Cara Mengobati Penyakit Jantung dengan Bahan-bahan Alami

Cara Mengobati Penyakit Jantung dengan Bahan-bahan Alami – Penyakit jantung adalah istilah yang mencakup berbagai jenis gangguan yang terjadi dalam jantung.

Cara Mengobati Penyakit Jantung dengan Bahan-bahan Alami

Cara Mengobati Penyakit Jantung dengan Bahan-bahan Alami

Tidak seperti penyakit kardiovaskular, yang mana menjelaskan permasalahan yang ada pada pembuluh darah dan sirkulasi serta jantung. Penyakit jantung lebih mengacu pada masalah dan kelaianan bentuk jantung itu sendiri.

Menurut Centers for Disease Control (CDC), penyakit jantung adalah penyebab kematian utama di Inggris, Amerika Serikat, Kanada dan Australia. Satu dari setiap empat kematian di Amerika Serikat terjadi akibat penyakit jantung.

Jenis-Jenis Penyakit Jantung

Penyakit jantung memiliki berbagai jenis yang menyerang bagian berbeda pada organ tersebut dan terjadi dengan cara yang berbeda.

1. Penyakit jantung bawaan

Penyakit ini merupakan istilah untuk beberapa kelainan pada jantung yang terlah ada sejak lahir. Misalnya:

  • Cacat septum, ditandai dengan adanya lubang diantara 2 bilik pada jantung.
  • Cacat obstruksi, yakni tersumbatnya aliran darah menuju berbagai bilik jantung yang dapat terjadi di sebagian atau seluruh jantung.
  • Penyakit jantung sianotik, keruskan jantung yang menyebabkan kekurangan oksigen ke seluruh tubuh.

2. Aritmia

Aritmia adalah keluhan yang ditandai dengan detak jantung yang tidak beraturan. Ada beberapa cara dimana detak jantung bisa kehilangan ritme teraturnya, seperti:

  • Takikardia, ketika detak jantung terlalu cepat
  • Bradikardia, ketika detak jantung terlalu lambat
  • Kontraksi ventrikel prematur atau denyut abnormal
  • Fibrilasi, ketika detak jantung tidak teratur

Aritmia terjadi ketika impuls listrik dalam jantung yang terkoordinat tidak bekerja dengan tepat. Hal inilah yang membuat detak jantung menjadi abnormal, baik itu terlalu cepat, terlalu lambat atau tidak menentu.

Detak jantung yang tidak ebraturan adalah hal yang biasa dan semua orang pernah mengalaminya. Kondisi ini bisa ditandai dengan detak jantung yang berdebar kancang yang jika terjadi terlalu sering maka harus mendapatkan penanganan yang tepat.

3. Penyakit Arteri Koroner

Arteri koroner menyuplai otot jantung dnegan nuturisi dan oksigen oleh sirkulasi darah. Arteri koroner dapat rusak dan berubah menjadi penyakit, biasanya disebabkan oleh penumpukan plak yang mengandung kolesterol.

Penumpukan plak akan mempersempit arteri koroner dan hal ini lah yang menyebabkan jantung menerima asupan oksigen dan nutrisi yang kurang.

4. Kardiomiopati dilatasi

Bilik jantung menjadi terdilatasi sebagao akibat dari otot jantung yang mengalami kelemahan dan tidak dapat memompa darah dengan baik.

Alasan paling umum dari terjadinya kondisi ini adalah tidak adanya cukup oksigen yang menjangkau otot jantung karena penyakit arteri koroner. Kondisi ini biasanya meneyrang ventrikel kiri.

5. Infark miokard

Kondisi ini juga dikenal sebagai serangan jantung, infarksi jantung dan trombosis koroner. Aliran darah yang terputus dapat merusak atau menghancurkan bagian otot jantung.

Hal ini biasanya disebabkan oleh penyumbatan aliran darah yang berkembang di satu arteri koroner dan juga dapat terjadi jika arteri menyempit secara toba-tiba.

6. Gagal jantung

Juga dikenal sebagai gagal jantung kongestif, gagal jantung terkadi ketika jantung tidak memompa darah ke seluruh tubuh secara efisien.

Sisi kiri atau kanan jantung dapat terkena imbas dari kondisi tersebut. Bahkan keduanya dapat tekena dampaknya secara bersamaan namun dalam kasus yang jarang.

Penyakit arteri koroner atau tekanan darah tinggi seiring waktu dapat membuat jantung menjadi kaku dan lemah sehingga tidak dapat memompa darah dengan benar.

7. Kardiomiopati hipertrofik

Kardiomiopati hipertrofik adalah kelainan genetuk yang mana dinding pada ventrikel kiri menjadi menebal. Sehingga menyulitkan darah untuk terpompa keluar dari jantung.

Keluhan ini menjadi penyebab utama kematian mendadak pada atlet. Orang tua dengan Kardiomiopati hipertrofik memiliki 50% peluang untuk menurunkan kelainan ini pada anak-anaknya.

8. Regurgitasi mitral

Juga dikenal sebagai regurgitasi katup mitral atau insufiensi mitral yang terkadi ketika katup mitral jantung tidak menutup cukup rapat.

Gejala ini membuat aliran darah kembali ke jantung ketika seharusnya meninggalkan jantung. Sebagai akibatnya, darah tidak dapat mengalir melalui jantung atau tubuh secara efisien. Orang-orang dengan jenis kondisi jantung ini sering merasa lelah dan sesak.

9. Prolaps katup mitral

Katup diantara atrium kiri dan ventrikel kanan tidak menutup sepenuhnya, sehingga menonjol ke atas atau kembali ke atrium.

Pada kebanyakan orang, kondisi tersebut tidak mengancam jiwa dan tidak membutuhkan pengobatan khusus. Namun pada beberapa orang, terutama jika kondisi tersebut ditandai dengan regurgitasi mitral, mungkin penanganan dan pengobatan khusus dibutuhkan.

10. Stenosis Paru

Jantung menjadi sulit untuk mempoa darah dari ventrikel kanan menuju arteri pulmonari karena katup pulmonari terlalu erat atau kencang.

Ventrikel kanan harus bekerja lebih keras untuk mengatasi obstruksi tersebut. Bayi dengan stenosis parah akan membuat badannya membiru. Sementara pada anak-anak, tenosis paru ini pada umumnya tidak memiliki gejala.

Pengobatan idbutuhkan jka tekanan pada ventrikel kanan menjadi terlalu tinggi dan valvuloplasti balon atau operasi jantung terbuka dapat dilakukan untuk membersihkan obstruksi.

Penyebab Penyakit Jantung

Penyakit jantung disebabkan oleh kerusakan di semua atau beberapa bagian jantung. Kerusakan pada arteri koroner atau pasokan nutrisi dan oksigen yang buruk ke organ.

Beberapa jenis penyakit jantung, seperti kardiomiopati hipertrifik, bersifat gentik. Kondisi-kondisi ini disamping cacat jantung bawaan dapat terjadi sebelum seseorang dilahirkan.

Ada beberapa gaya hidup yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, seperti:

  • Hipertensi dan kolesterol tinggo
  • Merokok
  • Obesitas atau berat badan berlebih
  • Diabetes
  • Riwayat keluarga
  • Makanan cepat saji
  • Usia
  • Riwayat dari preeklampsia selama kehamilan
  • Menetap dalam posisi diam untuk waktu yang lama, seperti duduk di tempat kerja

Memiliki salah satu dari faktor-faktor risiko ini akan sangat meningkatkan risiko penyakit jantung. Beberapa diantaranya seperti wanita yang sudah berusia 55 tahun, maka penyakit jantung ini lebih memungkinkan untuk terjadi.

Gejala Penyakit Jantung

Gejala penyakit jantung dibendakan berdasarkan kondisi yang diidap seseorang. Namun, beberapa gejala umum yang sering terjadi diantarnaya nyeri dada, sesak napas dan palpitasi jantung.

Nyeri dada memang gejala umum pada berbagai jenis penyakit jantung yang dikenal sebagai angina atau kejang jantung dan terjadi ketika bagian dari jantung tidak menerima oksigen yang cukup. Angina dapat dipicu oleh stres atau aktivitas fisik dan biasanya berlangsung di kurang dari 10 menit.

Serangan jantung juga dapat terjadi sebagai akibat dari jenis penyakit jantung yang berbeda. Tanda dari serangan jantung mirip dengan angina. Yang membedakannya adalah serangan jantung dapt terjadi selama istirahat dan cenderung memburuk.

Gejala-gejala serangan jantung terkadang dapat menyerupai gangguan pencernaan. Mulas dan sakit perut dapat dirasakan yang disertai dengan rasa berat di bagian dada.

Gejala lain dari serangan jantung, termasuk:

  • Nyeri yang menyebar ke seluruh tubuh. Misalnya dari dada menuju lengan, leher, punggung, perut atau rahang
  • Sensasi pusing
  • Banyak berkeringat
  • Mual dan muntah

Gagal kantung juga merupakan hasil dari penyakit jantung dan sesak napas yang terjadi ketika jantung menjadi terlalu lemah untuk mengalirkan aliran darah.

Beberapa kondisi jantung dapat terjadi tanpa gejala sama sekali, terutama pada orang dewasa dan seseorang dengan diabetes.

Istilah “penyakit jantung bawaan” mencakup berbagai kondisi, tetapi gejala umum yang sering ditimbulkannya ialah:

  • Berkeringat
  • Kelelahan berlebih
  • Detak jantung dan nafas yang cepat
  • Sesak napas
  • Nyeri dada
  • Rona biru pada kulit

Pada kasus yang parah, gejala dapat muncul dari lahir. Namun gejala-gejala ini mungkin tidaka kan berkembang sampai seseorang berumur lebih dari 13 tahun.

Komplikasi Akibat Penyakit Jantung

  • Gagal jantung

Merupakan salah satu komplikasi paling umum dari penyakit jantung, gegal jantung terjadi ketika jantung tidak memompa cukup darah yang dibutuhkan tubuh.

Gagal jantung dapat menjadi akibat dari banyak bentuk penyakit jantung termasuk kelaianan jantung, penyakit kardiovaskular, penyakit katup jantung, infeksi jantung atau kardiomiopati.

  • Serangan jantung

Gumpalan darah dapat menghalangi aliran darah melalui pembuluh darah yang memberi makan jantung adalah penyebab dari serangan jantung.

Kondisi ini dapat merusak atau menghancurkan bagian dari otot jantung. Arteroklerosis dapat menyebabkan serangan jantung.

  • Stroke

Faktor risiko yang menjadi penyebab utama penyakit kardiovaskular juga dapat mengakibatkan stroke iskemik. Yang mana terjadi ketika arteri pada otak menjadi menyempit atau tersumbat sehingga terlalu sedikit darah yang sampai ke otak.

Stroke adalah kondisi darurat medis, dimana jaringan otak mulai mengalmi kematian hanya dalam beberapa menit dari stroke.

  • Aneurisma

Komplikasi serius yang dapat terjadi dibagian tubuh mana saja. Aneurisma adalah tonjolan yang muncul di dinding arteri. Jika aneurisma pecah, maka seseorang berisiko mengalami pendarahan internal yang dapat mengancam keselamatan.

  • Penyakit arteri perifer

Arterosklerosis juga dapat menyebakan penyakit arteri perifer. Ketika seseorang mengembangkan penyakit arteri perifer, ekstremitas seseorang biasanya pada kaki tidak akan menerima aliran darah yang cukup. Kondisi ini menybabkan gejala, terutama nyeri kaki ketika berjalan.

  • Serangan jantung mendadak

Serangan jantung mendadadak adalah hilangnya fungsi jantung secara tiba-tiba dan tidak terduga. Selain itu, keluhan ini dapat diiringi dengan rendahnya pernapasan dan kesadara juga sering disebabkan oleh aritmia.

Serangan jantung mendadak adalah kondisi darurat medis yang jika tidak ditangani sesegera mungkin dapat berakibat fatal dan menyebabkan kematian mendadak.

Anjuran Makanan untuk Penderita Penyakit Jantung

  • Sayuran Hijau

Sayuran hijau seperti bayam dan kale dikenal karena kaya vitamin, mineral dan antioksidan. Terutama, makanan tersebut merupakan sumber vitamin K yang bagus, yang dapat membantu melindungi arteri dan meningkatkan pembekuan darah.

Sayuran hijau juga tinggi akan dite nitrat, yang telah terbukti dapat mengurangi tekanan darah, mengurangi kekakuan arteri dan meningkatkan fungsi sel lapisan pembuluh darah.

Beberapa studi juga telah menemukan kaitan atnara peningkatkan asupan sayuran hijau dan penurunan risiko penyakit jantung.

Satu analisis dari 8 penelitian menemukan bahwa meningkatkan asupan sayuran hijau berkaitan dengan 16% penurunan insidensi penyakit jantung.

Studi lain pada 29.689 wanita menunjukan bahwa asupan sayuran hijau yang tinggi berkenaan dengan penurnanan penyakit jantung koroner secara signifikan.

  • Biji-Bijian Utuh

Jenis biji-bijian utuh yang digunakan termasuk gandum utuh, beras merah, gandum hitam dan quinoa. Dibandingkan dengan bijibijian olahan, gandum utuh lebih tinggi akan serat yang mungkin membantu mengurangi kolesterol jahat (LDL) dan mengurangi risiko penyakit jantung.

Berbagai penelitian telah ditemukan bahwa memasukan lebih banyak biji-bijian utuh ke dalam makanan Anda dapat bermanfaat bagi kesehatan jantung.

Satu analisis dari 45 penelitian menyimpulkan bahwa memakan lebih dari 3 porsi biji-bijian utuh secara rutin telah dikaitkan dengan 22% penurunan risiko penyakit jantung.

Demikian pula, penelitian lain menemukan bahwa mengonsumsi setidaknya 3 porsi biji utuh secara signifikan menurunkan tekanan sistolik darah sampai 6 mmHg. Yang mana jumlah tersebut cukup untuk mengurangi risiko stroke hingga sekitar 25%.

  • Buah Berry

Stroberi, blueberry, blackberry dan raspberry dipenuhi dengan nutrisi penting yan memainkan peran utama dalam menjaga kesehatan jantung.

Buah berry juga kaya akan antioksidan seperti anthocyanin, yang melindungi tuhub dari serangan stres oksidatif dan peradangan yang berkontribusi pada perkembangan penyakit jantung.

Peneltian menunjukan bahwa mengonsumsi banyak buah berry dapat mengurangi beberapa faktor risiko dari penyakit jantung.

Misalnya, satu studi pada 27 orang dewasa dengan sindrom metabolik menunjukan bahwa mengonsumsi minuman dari stroberi kering yang dibekukan selama 8 minggu dapat menurunkan kolesterol jahat hingga 11%.

  • Alpukat

Alpukat adalah sumber lemak tak jenuh tunggal yang sangat menyehatkan untuk jantung. Dimana buah ini juga disebut-sebut dapat menurunkan kadar kolesterol dan risiko penyakit jantung.

Salah satu studi melihat efek dari 3 diet penurun kolesterol pada 45 orang dengan obesitas. Dan salah satu kelompikanya diuji dengan mengonsumsi satu alpukat per hari.

Setelah itu, kelompok tersebut diketahui mengalami penurunan kolesterol tinggi, termasuk kadar kolesterol LDL yang lebih kecil dan rendah. Sehingga diyakini dapat menurunkan risiko penyakit jantung secara signifikan.

  • Ikan Berlemak dan Minyak Ikan

Ikan berlemak seperti salmon, meckerel sarden dan tuna sarat akan asam lemak omega-3, yang telah dipelakari secara ekstensif bermanfaat untuk kesehatan jantung.

Pada salah satu studi dalam 324 orang, memakan salmon 3 kali seminggu selama 8 minggu secara signifikan dapat mengurangi tekanan diastolik darah.

Penelitian lainnya menunjukan bahwa mengonsumsi ikan dalam jangka waktu lama dapat menurunkan kadar kolesterol totoal, trigliserida darah, gula darah puasa dan tekanan sistolik darah.

  • Kenari

Kenari adalah sumber terbaik dari serat dan mikronutrien seperti magnesum, tembaga dan mangan. Penelitian menunjukan bahwa memasukan beberapa porsi kenari ke dalam makanan dapat membantu melindungi Anda dari penyakit jantung.

Menurut sebuah ulasan, makan kacang kenari dapat mengurangi kolesterol jahat LDL hingga 16%, menurunkan tekanan darah diastolik 2-3 mm Hg dan mengurangi stres oksidatif dan peradangan.

Menariknya, beberapa penelitian juga menemukan bahwa mengonsumsi kacang-kacangan secara rutin seperti kenari dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit jantung.

  • Kacang Polong

Kacang polong mengandung pati resisten yang tahan terhadap pencernaan dan difermentasi oleh bakteri yang memberikan manfaat untuk usus. Cara Mengobati Penyakit Jantung dengan Bahan-bahan Alami

Menurut beberapa penelitian hewan, pati resisten dapat meningkatkan kesehatan jantung dengan menurunkan kadar trigliserida dan kolesterol.

Berbagai penelitian juga telah menemukan bahwa mengonsumsi kacang polong dapat mengurangi risiko dari penyakit jantung tertentu.

Pantangan Makanan Penderita Penyakit Jantung

  • Makanan cepat saji

Meskipun memiliki citarasa yang lezat, namun makanan cepat saji bukan merupakan pilihan terbaik untuk jantung. Hal inilah yang menyebabkan makanan cepat saji mengandung jumlah lemak jenuh yang tinggi.

Meskipun beberapa lemak jenuh dari sumber daging dan susu berkualitas tinggi dapat bermanfaat. Namun jika dikonsumsi dalam jumlah tinggi dengan sumber yang berkualitas rendah maka mereka dapat menganggu kesehatan jantung.

  • Makanan yang Digoreng

Makanan yang digoreng harus dibatasi karena kebanyakanya memiliki lemak jenuh dan lemak trans yang tinggi. Dimana kedua lemak tersebut dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

Penggorengan konvensional dapat menghasilkan lemak tersebut. Jika Anda ingin mengonsumsi makanan yang digoreng, cobalah buat sendiri di rumah dengan menggunakan minyak zaitun sebagai ganti minyak yang sering digunakan. Cara Mengobati Penyakit Jantung dengan Bahan-bahan Alami

  • Karbohidrat Olahan

Roti putih olahan, sereal manis atau makanan panggang kemasan adalah jenis makanan yang tinggi pemrosesan yang sehingga memiliki kandungan serat, mineral dan fitonutrien yang rendah.

Pemrosesan karbohidrat juga menambahkan beberapa bahan yang tidak sehat seperti lemak trans, gula dan natrium. Maka dari itu, sejumlah makanan-makanan tersebut konsumsinya tidak boleh berlebihan.

Cara Mengobati Penyakit Jantung dengan Bahan-bahan Alami

  • Minyak Zaitun

American Heart Association and the American Diabetik Association merekomenrasikan untuk mendapatkan asupan lemak dari sumber tak jenuh tunggal. Minyak zaitun adalah salah satu sumber lemak jenuh yang sangat baik untuk kesehatan.

  • Selai Kacang

Mengnsumsi 2 sendok makan selai kacang dapat memenuhi 1/3 dari kebutuhan vitamin E harian. Karena vitamin E adalah vitamin yang larut dalam lemak dan kandungan ini lebih sering ditemukan dalam minyak nabati dan kacang-kacangan. Cara Mengobati Penyakit Jantung dengan Bahan-bahan Alami

  • Bawang Putih

Bukan hanya menambah citarasa pada makanan, bawang putih juga telah digunakan selama berabad-abad karena memiliki sifat aobat yang sudah diteliti lebih dalam oleh komunitas ilmiah.

Dalam penelotoan, bawang putih telah menunjukan banyak efek positif terhadap kardiovaskular. Penelitian telah memfokuskan penggunaan bawang putih dalam mencegah arteroklerosis.

Sementara sejumlah penelitian lainnya telah mendemonstrasikan bahwa konsumsi jumlah besar bawang putih segar dapat menurunkan tekanan darah. Tak hanya itu saja bumbu dapur ini juga dapat menghambat agregasi trombosit, meningkatkan aktivitas fibrinolitik, mengurangi kadar kolesterol serum dan trigliserida dan melindungi sifat elastis aorta.

Peserta dalam uji coba (usia 50-80 tahun) mengonsumsi 300 mg bubuk bawang putih standar per hari selama lebih dari 2 tahun. Hasilanya menunjukan bahwa gelombang nadi dan resistensi vaskular elastis terstandarisasi dari aorta lebih rendah pada kelompok bawang putih daripada pada kelompok lainnya. Cara Mengobati Penyakit Jantung dengan Bahan-bahan Alami

  • Ginkgo Biloba

Setidaknya ada dua kelompok zat dalam ekstrak gingko biloba yang menunjukan tindakan farmakologis. Flavonoid dalam ginkgo dapat mengurangi permeabilitas kapiler. Terpen (ginkoloid) menghambat faktor pengaktif trombosit, menurunkan resistensi pembuluh darah dan meningkatkan aliran sirkulasi tanpa memengaruhi tekanan darah.

  • Kayu Manis

Kayu manis adalah rempah yang umumnya digunakan untuk menambah cita rasa pada makanan. Meskipun begitu, nyatanya herbal ini juga dapat membantu melidungi penyakit jantung.

Tak hanya itu saja, kayu manis juga dilengkapi dengan komponen anti-inflamasi yang melimpah. Kayu manis juka menunjukan dapat menyeimbangkan tekanan darah dan kolesterol dan menawarkan perlindungan antioksidan.

  • Jahe

Meskipun jahe biasanya dianggap sebagai ramuan untuk pencernaan, namun khasiat jahe juga bermanfaat untuk mengurangi gula darah, trigliserida, kadar kolesterol dan memiliki efek anti inflamasi. Jahe terutama sangat efisien dalam menjaga laju energi dan meningkatkan sirkulasi. Cara Mengobati Penyakit Jantung dengan Bahan-bahan Alami

Pencegahan Penyakit Jantung

Jenis penyakit jantung tertentu seperti kelainan jantung sayangnya tidak dapat dicegah. Namun para penderitanya dapat membantu mencegah jenis penyakit jantung lain dengan membuat perubahan gaya hidup yang dapat memperbaiki kesehatan jantung, seperti:

  • Berhenti merokok
  • Mengontrol kondisi kesehatan tubuh seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi dan diabetes
  • Olahraga setidaknya 30 menit perhari
  • Mengonsumsi makanan rendah garam dan lemak jenuh
  • Memertahankan berat badan tubuh
  • Mengurangi dan mengatur stres
  • Mempraktekan hidup bersih

Nah itu dia informasi lengkap mengenai penyakit jantung. Meskipun keluhan yang satu ini lebih sering diselesaikan dengan tindakan operasi, namun tidak ada untuk mencoba juga pengobatan alternatif menggunakan bahan-bahan yang ada di rumah.

Dengan cara seperti ini, penyakit jantung yang diderita dapat teratasi tanpa memiliki resiko efek samping yang tinggi. Semoga bermanfaat…

Posted by: situszamannow.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Chat Via WhatsApp